Kamis, 01 Oktober 2015

"Ya Tuhan, kami hanya hidup dari anugrahMu." Jawab Tuhan, "Prek!!!!"



Essay Kata Bijak 2 Oktober 2015

1.       Sejarah
Sejarah bukanlah sekadar cerita masa lalu, bukan pula tentang klaim keberpihakan karena sejarah sejatinya adalah tentang peran yang telah dipersembahkan. Sayang, sejarah biasanya hanya menulis kisah kaum berduit.  
Itu dulu! Sekarang orang miskin pun bisa publikasi karya secara gratis dengan berbagai jalan di internet. Ya, bikin buku digital dan mempublikasikannya memang gratis. Sayang, sarana dan prasarananya tidak gratis.

2.       Kapitalis Inlander
Kaum inlander berhore tepat saat berakhirnya pidato panas seorang pengusaha kaya yang mengajak kaum muda memiliki jiwa entrepreneur. Ah, masyarakat sekarang banyak yang tidak konsisten. Bukan begitu! Masyarakat bukan tidak konsisten tapi kepepet.

3.       Hidupku hanya dari anugrah Tuhan
Ah yang benar! Apa ukurannya? Harapan konsistensi gaji di awal bulan? Atau harapan kebaikan Tuhan kirimkan calon pelanggan?  
Semua itu anugrah Tuhan. Ah yang benar! Kalau kau tidak berbuat sesuatu, yakinkah masih hidup esok hari?
Gelandangan bugil menari-nari yang kulihat 10 tahun lalu kemarin kulihat masih menari ria.
Dia ini baruuuuuu…………….hidup hanya dari anugrah Tuhan.

Make a Mistake



Refleksi 2 Oktober 2015
Make a Mistake

Today I know that to make an art work is so hard. Living on the orbit of the art world is hard. But I remember that there is probability and possibility. After this challenge, there will be a victory. The victory lies in a varieous solution. It appears one by one.
Paulo Coelho mengatakan bahwa apapun yang kuinginkan bisa saja kejadian asal ada langkah pasti realisasi. Universe conspires to help you but I must make a mistake and It will guide me. We only learn anything by make a mistake.
What mistakes faced today is how many learning something new.

Saya bukan koruptor kok, lho!



Puisi Wijithukulism 2 Oktober 2015
Saya bukan koruptor kok, lho!

Digeledah KPK,
ada banyak uang dalam jaket.
Banyak uang belum tentu dari korupsi kan!?
Bisa jadi dari hasil kerja anak-anak haramnya di perempatan.
                Jadi kaya bisa juga dengan jalan halal.
                Masyarakat tertentu kadang menganggap bahwa wang pasti hasil babi ngepet.
               
Tapi emang benar sih, nepotisme tak dapat dihilangkan.
                Nepotisme sah-sah saja terjadi dalam keluarga besar.
Kalau seorang menganggap anggota keluarga lain bajingan?
Ya nepotisme menjurus pada teman-teman dekat.
Kalau tak ada teman-teman dekat?
Ya kepada siapa sajalah yang mau.
                Jadi, karena korupsi makin dihalangi oleh hukum
                Mari melirik bisnis kolusi dan nepotisme!
                Tuhan pernah mengatakan dalam Bibel: “Orang miskin akan selalu ada padamu.”

Asumsi Normalitas Data Statistik



Proisi 2 Oktober 2015
Asumsi Normalitas Data Statistik

Bayangkan saja gambar kurva normal data statistik itu!
Dari kecil membesar sampai titik puncak lalu mengecil lagi.
Polanya sangat simetris, seperti satu gelombang air tsunami.
Begitulah gambar kurva normal dalam ilmu statistika. Mari lihat gambar tersebut dengan kacamata filsafat. Pernahkah Anda membaca Aleph karya Paulo Coelho? Kalau Anda pernah membaca karya tersebut pasti sudah paham apa yang ingin saya sampaikan melalui proisi (prosa puisi) ini.
Semua fenomena di dunia pasti memenuhi asumsi normalitas data statistik. Katakanlah status ekonomi. Data kiri mencerminkan kalangan miskin sedangkan data kanan mencerminkan kalangan kaya. Pastilah mayoritas kalangan berada di tengah.
Fenomena sosial juga tidak luput dari asumsi normalitas data statistik. Makin ke kiri menggambarkan makin kurang terpelajarnya seseorang sedangkan makin ke kanan menggambarkan makin terpelajarnya seseorang. Mahagoblog dan orang mahacerdas pastilah dapat dihitung jari.
Bila teori atau sebenarnya hukum normalitas data statisti ini dapat diterima, maka orang tak perlu lagi takjub pada suatu kejadian. Semua kejadian apapun itu normal-normal saja. Semua kejadian adalah wajar untuk ada. Saya tidak menemukan alasan lagi untuk terkejut. Tak ada lagi yang amazing.

Bila tiba-tiba ada seorang datang lalu menembak leher saya, itu normal.
Bila kapitalis ingin direvolusi untuk menumbuhkan kapitalisme baru, itu normal.
Bila saya harus mati tertabrak kereta api, itu normal.
Bila korupsi terus jaya, itu normal.

Orang miskin akan selalu ada padamu, itu normal.
Penindasan sampah masyarakat dan penegakan HAM, itu normal.
Konspirasi politik ekonomi Timur Tengah, itu normal.

Anak pemulung kuliah di Hardvard, itu normal.
Dapat lotre sejuta dollar Amerika, itu normal.


Perang nuklir, itu normal. Lha wong sudah bikin bomnya, kalau tidak digunakan mubadzir, dosa kan!

Asumsi normalitas data statistik adalah hukum agung Mahakuasa
Aturan keseimbangan alam tersebut tak mengizinkan semua orang kaya raya
Tak mungkin semua orang jadi tenar dan dihormati
Sebagian harus mati ngeri tanpa materi.

Thank You so much

Art Today, First Friday on October

Thank you so much for the foreign viewer from Alaska, US, Australia, and Malaysia. I hope you find a happiness from my writings. Soon, I'll upload an English version of my best art works. It'll become a book too and I'll share it freely through nulisbuku.com, youtube.com, this blog, and many varieous way.
Once again, thank you. Be Blessed.