Kamis, 27 Agustus 2015

Buah Durian

Buah, buah apa yang durinya durian apa hayo?

Guyon Maton

Just an idea to make a Guyon Maton:
1. Nek wis madhang gek sikatan yo, kekemu nggo wedang jahe
2. Le sikatan nggo kecap sing diuleni ro boncabe yo, ben mak nyus
3. Wo jan, amit-amit jabang bebi
4. Wong kok ayu tenan, njur piye kae sesuk?
5. Aku kok koyo ngene yo, mbok tulung lah piye carane.
6. Wong liyo edan kabeh, aku jebul yo edan.
7. Woi, bila ada ide lagi, post aja di komen yak, hahahahhahahah

Rabu, 26 Agustus 2015

Cinta Anak Balita



Puisi Rabu, 26 Agustus 2015
Cinta Anak Balita
Adinda, ingatkah waktu kita masih balita dulu?
Kita belum kenal satu sama lain, saling menghadiri peringatan sekian hari sahabat kita yang meninggal.
Aku ingat, tak ada suasana sedih. Mungkin aku belum paham apa itu kesedihan.
Aku juga ingat, melihatmu penuh malu waktu itu,
adalah pertama kali aku belajar arti mencintai seorang perempuan.

Pergumulan Legenda Pribadi



Refleksi Puitik Rabu, 26 Agustus 2015
Pergumulan Legenda Pribadi
Hidup untuk memenuhi legenda pribadi sudah pasti. Tapi apakah pasti menjadi pemenang? To be number one, why not? So, apakah memenuhi personal legend sama dengan be a winner? The winner stands alone, dia telah menemukan legenda pribadinya.  Kalau aku baru menemukan legendaku beberapa hari jelang ajal, am I the winner? I don’t think so. Legenda pribadi perlu dipergumulkan.
Pergumulan adalah kecepatan. Kecepatan menemukan legenda pribadi, do it, and accomplish it perfectly. How? As fast as possible. Kembali lagi, tema regresi muncul dalam diriku.
Ingat waktu itu, pergumulan Nino tentang keberadaan Tuhan, “Semua kan diciptakan oleh Tuhan. Lantas siapakah yang menciptakan Tuhan?” Pertanyaan yang bagiku sangat hebat karna terlontar dari anak SMP. Waktu itu aku speechless. No idea to solve this problem. Akhirnya lari ke doktrin agama yang kini kusadari, kegilaan semata.
Legenda pribadi. Anyway. I feel a spirit of accurate reader within me. A good reader leads to be a good writer. I do it and I always learn to do it even better day by day. But my question remains, “Is this my personal legend exactly?”
Legenda pribadi bagiku nampak sebagai pilihan. Entahlah, ada free will atau tidak yang mendasari pilihan tersebut, nampak tidak penting lagi. Yang penting pilihan itu nyaman, bikin senang, dan terutama bisa datengin duit.
Sastra, seni, adalah my personal legend. It makes me happy even greater. By this way, I’m ready to every possible future either become a person or disperson.  

Multicosmic Extention File



Puisi 26 Agustus 2015
Multicosmic Extention File
Dunia manusia adalah salah satu ekstensi semesta
Katakanlah kosmos kita ini memiliki extention file .wrld
extention kosmos lain, katakanlah .ftk
Ada juga .ptr dll.
                Konten .wrld tak dapat memasuki konten .ftk kecuali bersedia bertransformasi menjadi .ftk
                .ftk tidak dapat terbuka dengan aplikasi .ptr
Manusia.wrld ingin masuk ruang program .ptr namun eror sehingga don’t send jadi satu-satunya pilihan
Bahasa HTML antar aplikasi tak dapat melihat satu sama lain
Itulah gambaran manusia dan alien di luar sana.
Itulah prasangka alien di luar sana atas alien lain yang mungkin hidup di planet Bumi.

Jenasah Cik Tjouk Djan Chok



Puisi 26 Agustus 2015
Jenasah Cik Tjouk Djan Chok
Eh, kasihan dia. Sudah lima hari terbaring di PUKYe.
Satu dua pelayat tiap hari datang bawakan formalin
PUKYe sudah lama tak mampu beli formalin
Alasannya selalu sama, “Koko yang biasa beli sudah lama pergi entah ke mana.”
                Semasa hidup, Cik Tjouk selalu menunduk saat potong rambut. Hanya itu yang kuingat.
                Tukang potong rambutnya Ekke Pamela, laki-laki biasa. Langgananku juga.
                Tiga hari sebelum kematiannya, Cik Tjouk kebetulan menegurku di Pasar Godean.
                Ia tertawakanku habis-habisan, “Gilak kau bro! Lo cari kondom di tempat kaya gini? Mana ada!”
                 “Harusnya di mana?” Tanyaku cari solusi kan.
                “Ya di tempat Ekke aja langsung! Dah paham mereka tu!”
Kurang ajar. Setan keparat. Djan Chok tenan! Jingan!
Marah penuh maluku selalu terpendam erat-erat.
Demi harga diri, ingin kuhabisi saja Cik Tjouk. Ide bagus tapi terlambat.
Cik Tjouk yang sebenarnya tersayang sudah mati lebih dulu.
Polisi selalu mencurigai Ekke Pamela, sebut saja Amel, biar mudah dan makin ganjen.

“Oya, Cik Tjouk juga tak pernah menatap mata seseorang saat bicara.”
Semua hal mencurigakan selalu kulaporkan pada polisi.
Mereka mengembangkan perkara menuju alibi baru, bunuh diri.
“Apalagi yang kau ketahui tentang Ny. Tjouk?” AKBP Billy mencoba bertanya lebih lanjut.
Jawabku, “Cik Tjouk sebenarnya seorang lelaki. Fisiknya saja yang perempuan. Payudaranya memang ada. Besar juga. Itu kadang buat saya jijik pak! Nah, pemeriksaan forensik kiranya sudah cukup jelas tentang ini. Yang sebenarnya ingin saya sampaikan adalah perilakunya itu lho. Tau lah, sukanya kan ke tempat Ekke Pamela dan yang lain juga. Intinya, sebagai laki-laki, Cik Tjouk menyukai perempuan tapi tidak sebagai laki-laki straight namun sebagai perempuan lesbi. Rumit ah, gelap.”

Sebelum matahari berlalu hari ini, aku harus mengambil jenasahnya. Akan kukremasi sendiri. Polisi sudah memberi ijin dan biaya yang diambil dari rekening Cik Tjouk.
Uang sisanya ternyata masih banyak. Ya sudah, kami bagi-bagi saja termasuk untuk biaya administrasi tutup perkara. Kamu mau dikit?

Mohon Maaf Lahir & Batin



Puisi 25 Agustus 2015
Mohon Maaf Lahir & Batin
Lahir dan Batin adalah dua anak kembar yang rajin shalat.
Lahir laki-laki, Batin perempuan.
Kalau lebaran biasanya saling maaf-maafan. Makanya kelak dendam tumbuh kembali.
Misalnya Lahir sudah minta maaf pada Batin
Tapi Batin belum bisa maafin kesalahan Lahir yang itu itu saja
Kesalahan Batin sih lebih variatif jadi Lahir maafin aja dari pada bingung
Suatu saat setelah Syawalan gagal menyajikan lontong opor
Lahir dan Batin sepakat untuk bertanya satu sama lain
Tapi karna bingung mau omong apa, mereka konsultasi pada Syawalan.