Nama saya Heribertus Damar Wiyono, dari Dusun Soromintan, RT 4, RW 9, Kelurahan Sendang Arum, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Propinsi DIY. No. Tlp atau Wa: 085743773301 Salam kenal untuk kita semua. Nickname: Mbah Dam, panggil aja gitu.
Kamis, 27 Agustus 2015
Guyon Maton
Just an idea to make a Guyon Maton:
1. Nek wis madhang gek sikatan yo, kekemu nggo wedang jahe
2. Le sikatan nggo kecap sing diuleni ro boncabe yo, ben mak nyus
3. Wo jan, amit-amit jabang bebi
4. Wong kok ayu tenan, njur piye kae sesuk?
5. Aku kok koyo ngene yo, mbok tulung lah piye carane.
6. Wong liyo edan kabeh, aku jebul yo edan.
7. Woi, bila ada ide lagi, post aja di komen yak, hahahahhahahah
1. Nek wis madhang gek sikatan yo, kekemu nggo wedang jahe
2. Le sikatan nggo kecap sing diuleni ro boncabe yo, ben mak nyus
3. Wo jan, amit-amit jabang bebi
4. Wong kok ayu tenan, njur piye kae sesuk?
5. Aku kok koyo ngene yo, mbok tulung lah piye carane.
6. Wong liyo edan kabeh, aku jebul yo edan.
7. Woi, bila ada ide lagi, post aja di komen yak, hahahahhahahah
Rabu, 26 Agustus 2015
Cinta Anak Balita
Puisi Rabu, 26 Agustus 2015
Cinta
Anak Balita
Adinda, ingatkah waktu kita masih balita dulu?
Kita belum kenal satu sama lain, saling menghadiri peringatan sekian hari
sahabat kita yang meninggal.
Aku ingat, tak ada suasana sedih. Mungkin aku belum paham apa itu
kesedihan.
Aku juga ingat, melihatmu penuh malu waktu itu,
adalah pertama kali aku belajar arti mencintai seorang perempuan.
Pergumulan Legenda Pribadi
Refleksi Puitik Rabu, 26 Agustus 2015
Pergumulan
Legenda Pribadi
Hidup untuk memenuhi legenda pribadi
sudah pasti. Tapi apakah pasti menjadi pemenang? To be number one, why not? So,
apakah memenuhi personal legend sama dengan be a winner? The winner stands
alone, dia telah menemukan legenda pribadinya.
Kalau aku baru menemukan legendaku beberapa hari jelang ajal, am I the
winner? I don’t think so. Legenda pribadi perlu dipergumulkan.
Pergumulan adalah kecepatan.
Kecepatan menemukan legenda pribadi, do it, and accomplish it perfectly. How?
As fast as possible. Kembali lagi, tema regresi muncul dalam diriku.
Ingat waktu itu, pergumulan Nino
tentang keberadaan Tuhan, “Semua kan diciptakan oleh Tuhan. Lantas siapakah
yang menciptakan Tuhan?” Pertanyaan yang bagiku sangat hebat karna terlontar
dari anak SMP. Waktu itu aku speechless.
No idea to solve this problem. Akhirnya lari ke doktrin agama yang kini
kusadari, kegilaan semata.
Legenda pribadi. Anyway. I feel a
spirit of accurate reader within me. A good reader leads to be a good writer. I
do it and I always learn to do it even better day by day. But my question
remains, “Is this my personal legend exactly?”
Legenda pribadi bagiku nampak
sebagai pilihan. Entahlah, ada free will atau tidak yang mendasari pilihan
tersebut, nampak tidak penting lagi. Yang penting pilihan itu nyaman, bikin
senang, dan terutama bisa datengin duit.
Sastra, seni, adalah my personal
legend. It makes me happy even greater. By this way, I’m ready to every
possible future either become a person or disperson.
Multicosmic Extention File
Puisi 26 Agustus 2015
Multicosmic
Extention File
Dunia manusia adalah salah satu ekstensi semesta
Katakanlah kosmos kita ini memiliki extention file .wrld
extention kosmos lain, katakanlah .ftk
Ada juga .ptr dll.
Konten .wrld tak
dapat memasuki konten .ftk kecuali bersedia bertransformasi menjadi .ftk
.ftk tidak dapat
terbuka dengan aplikasi .ptr
Manusia.wrld ingin masuk ruang program .ptr namun eror sehingga don’t
send jadi satu-satunya pilihan
Bahasa HTML antar aplikasi tak dapat melihat satu sama lain
Itulah gambaran manusia dan alien di luar sana.
Itulah prasangka alien di luar sana atas alien lain yang mungkin hidup di
planet Bumi.
Jenasah Cik Tjouk Djan Chok
Puisi 26 Agustus 2015
Jenasah
Cik Tjouk Djan Chok
Eh, kasihan dia. Sudah lima hari terbaring di PUKYe.
Satu dua pelayat tiap hari datang bawakan formalin
PUKYe sudah lama tak mampu beli formalin
Alasannya selalu sama, “Koko yang biasa beli sudah lama pergi entah ke
mana.”
Semasa hidup, Cik
Tjouk selalu menunduk saat potong rambut. Hanya itu yang kuingat.
Tukang potong
rambutnya Ekke Pamela, laki-laki biasa. Langgananku juga.
Tiga hari sebelum
kematiannya, Cik Tjouk kebetulan menegurku di Pasar Godean.
Ia tertawakanku
habis-habisan, “Gilak kau bro! Lo cari kondom di tempat kaya gini? Mana ada!”
“Harusnya di mana?” Tanyaku cari solusi kan.
“Ya di tempat Ekke
aja langsung! Dah paham mereka tu!”
Kurang ajar. Setan keparat. Djan Chok tenan! Jingan!
Marah penuh maluku selalu terpendam erat-erat.
Demi harga diri, ingin kuhabisi saja Cik Tjouk. Ide bagus tapi terlambat.
Cik Tjouk yang sebenarnya tersayang sudah mati lebih dulu.
Polisi selalu mencurigai Ekke Pamela, sebut saja Amel, biar mudah dan
makin ganjen.
“Oya, Cik Tjouk juga tak pernah menatap mata seseorang saat bicara.”
Semua hal mencurigakan selalu kulaporkan pada polisi.
Mereka mengembangkan perkara menuju alibi baru, bunuh diri.
“Apalagi yang kau ketahui tentang Ny. Tjouk?” AKBP Billy mencoba bertanya
lebih lanjut.
Jawabku, “Cik Tjouk sebenarnya seorang lelaki.
Fisiknya saja yang perempuan. Payudaranya memang ada. Besar juga. Itu kadang
buat saya jijik pak! Nah, pemeriksaan forensik kiranya sudah cukup jelas
tentang ini. Yang sebenarnya ingin saya sampaikan adalah perilakunya itu lho.
Tau lah, sukanya kan ke tempat Ekke Pamela dan yang lain juga. Intinya, sebagai
laki-laki, Cik Tjouk menyukai perempuan tapi tidak sebagai laki-laki straight namun sebagai perempuan lesbi.
Rumit ah, gelap.”
Sebelum matahari berlalu hari ini, aku harus
mengambil jenasahnya. Akan kukremasi sendiri. Polisi sudah memberi ijin dan
biaya yang diambil dari rekening Cik Tjouk.
Uang sisanya ternyata masih banyak. Ya sudah, kami
bagi-bagi saja termasuk untuk biaya administrasi tutup perkara. Kamu mau dikit?
Mohon Maaf Lahir & Batin
Puisi 25 Agustus 2015
Mohon
Maaf Lahir & Batin
Lahir dan Batin adalah dua anak kembar yang rajin shalat.
Lahir laki-laki, Batin perempuan.
Kalau lebaran biasanya saling maaf-maafan. Makanya kelak dendam tumbuh
kembali.
Misalnya Lahir sudah minta maaf pada Batin
Tapi Batin belum bisa maafin kesalahan Lahir yang itu itu saja
Kesalahan Batin sih lebih variatif jadi Lahir maafin aja dari pada
bingung
Suatu saat setelah Syawalan gagal menyajikan lontong opor
Lahir dan Batin sepakat untuk bertanya satu sama lain
Tapi karna bingung mau omong apa, mereka konsultasi pada Syawalan.
Langganan:
Postingan (Atom)